<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Deethree&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://deethree.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://deethree.wordpress.com</link>
	<description>be the best for everyone...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 00:22:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='deethree.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/e9b71d6798a47b3a2912406bb1064674?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Deethree&#039;s Weblog</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://deethree.wordpress.com/osd.xml" title="Deethree&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://deethree.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memastikan Pelanggan Puas = Loyal</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/12/02/memastikan-pelanggan-puas-loyal/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/12/02/memastikan-pelanggan-puas-loyal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 00:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[about business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/12/02/memastikan-pelanggan-puas-loyal/</guid>
		<description><![CDATA[Kepuasan pelanggan terhadap produk, memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat pelanggan loyal terhadap produk. Namun apakah selalu demikian? Sampai sejauh mana pelanggan di masa datang bisa kita pastikan membeli ulang produk kita? Apakah membeli ulang, sudah pasti berarti pelanggan menjadi loyal? Mayoritas sepakat bahwa bila perusahaan berhasil memuaskan pelanggan, maka di masa datang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=146&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepuasan pelanggan terhadap produk, memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat pelanggan loyal terhadap produk. Namun apakah selalu demikian? Sampai sejauh mana pelanggan di masa datang bisa kita pastikan membeli ulang produk kita? Apakah membeli ulang, sudah pasti berarti pelanggan menjadi loyal?</p>
<p>Mayoritas sepakat bahwa bila perusahaan berhasil memuaskan pelanggan, maka di masa datang perusahaan akan menikmati manfaat seperti menurunnya biaya transaksi, pelanggan yang lebih toleran terhadap harga, dan positive referral. Kepuasan pelanggan menjadi salah satu tolok ukur bakal keberhasilan perusahaan di masa datang dari sisi kinerja keuangan. </p>
<p>Hermawan Kertajaya dalam bukunya “New Wave Marketing” menyebut tahun ini sebagai era-nya strategi marketing yang mengandalkan Hubungan Baik dengan Pelanggan. Siapapun yang berhasil membina hubungan mesra dengan pelanggannya dan punya aset pelanggan puas dalam jumlah banyak ber-buying power, akan lebih bisa bertahan menghadapi gempuran persaingan usaha dan krisis. </p>
<p>Sayangnya hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah sesuatu yang sangat kompleks dan dinamis. Kadangkala meski kita berhasil memuaskan pelanggan, tidak serta merta  pelanggan  otomatis menjadi pelanggan yang loyal.  </p>
<p>Pengaruh kepuasan terhadap loyalitas pelanggan dipengaruhi berbagai faktor seperti switching cost (biaya/kerumitan/resiko yang diemban pelanggan ketika berganti memakai produk lain – yang bisa berkaitan erat dengan kedekatan maupun kenyamanan konsumen terhadap layanan produk dan karyawan), jenis produk/industri, dan diferensiasi di level kategori produk. </p>
<p>Faktor switching cost atau seberapa sulit pelanggan berpindah membeli produk lain, erat kaitannya dengan faktor perbedaan harga produk dan jenis produk dibandingkan selisih atau tambahan manfaat yang didapat. </p>
<p>Kita lebih sering terpaku mengukur loyalitas pelanggan hanya dengan memperhatikan dua faktor yaitu kerelaan merekomendasikan produk kepada orang lain dan minat/adanya pembelian ulang baik frekuensi maupun volume. Ada perbedaan antara loyalitas dan perilaku ‘transaksi berulang’. Perilaku pengulangan transaksi dapat diartikan sebagai perilaku pelanggan yang hanya membeli suatu produk secara berulang ulang tanpa melibatkan aspek emosional atau ‘sense of belonging’. Sebaliknya loyalitas mengandung aspek kesukaan atau kecintaan pelanggan terhadap suatu produk.</p>
<p>Loyalitas berkembang mengikuti empat tahap yaitu: kognitif, afektif, konatif dan tindakan. Terdapat empat tingkatan loyalitas pelanggan. Antara lain: cognitive loyalty, affective loyalty, conative loyalty, dan action loyalty. </p>
<p>Loyalitas Kognitif muncul pada pelanggan yang puas terhadap produk karena karakteristik fungsional produk; terutama biaya, manfaat dan kualitas. Ketika pelanggan tidak puas terhadap ketiga hal tersebut, maka pelanggan akan mudah berpindah ke produk lain.</p>
<p>Tahap atau tingkatan loyalitas berikutnya adalah Loyalitas Afektif, kesetiaan pelanggan yang didorong terutama dari segi emosi atau perasaan pelanggan (kesukaan atau ketidaksukaan pelanggan terhadap produk). Ketika pelanggan suka, munculnya loyalitas ini didorong oleh faktor kepuasan yang menimbulkan kesukaan dan menjadikan objek sebagai preferensi. Pada tahap ini, kerentanan pelanggan lebih banyak terfokus pada tiga faktor yaitu ketidak puasan dengan merek yang ada, persuasi dari pemasar atau pelanggan merek lain, dan upaya mencoba produk lain.</p>
<p>Loyalitas Konatif merupakan suatu loyalitas yang mencakup komitmen mendalam untuk melakukan sesuatu, misalnya untuk melakukan pembelian. Sementara itu, tahap keempat adalah Loyalitas Tindakan dimana niat untuk melakukan berkembang menjadi perilaku dan tindakan. Niat yang diikuti oleh motivasi merupakan kondisi yang mengarah pada kesiapan bertindak dan keinginan untuk mengatasi hambatan dalam melakukan tindakan tersebut. Pelanggan yang memiliki tingkat loyalitas ini hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak memberi peluang pada pelanggan untuk berpindah ke produk lain.</p>
<p>Melalui pemahaman tingkatan loyalitas ini, kita bisa menelusuri kondisi loyalitas pelanggan dengan lebih baik. Mencermati apakah pembelian ulang yang dilakukan pelanggan atau rekomendasi produk oleh pelanggan kepada orang lain lebih didorong oleh program loyalitas seperti promosi ataukah karena keunggulan layanan dan produk yang memang dimiliki perusahaan.</p>
<p>Masing-masing konsumen bisa saja menghargai hal-hal berbeda pada produk. Ada konsumen yang menilai kepuasannya terhadap produk didominasi faktor harga. Sementara pada saat yang sama konsumen lain lebih mengutamakan kualitas dan layanan.</p>
<p>Paul R. Timm, melalui bukunya, “Seven Power Strategies for Building Customer Loyalty”  menyatakan bahwa tidak mudah memastikan nasabah puas otomatis loyal, karena pada dasarnya manusia selalu ingin mencoba sesuatu yang baru. Untuk itu diperlukan strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggan, misalnya dengan mengadakan berbagai program Customer Loyalty, seperti pemberian point reward, special discount, dan lain-lain.</p>
<p>sumber : http://customerladder.com/blog/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=146&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/12/02/memastikan-pelanggan-puas-loyal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Trik Memudahkan Calon Konsumen membuat Keputusan Membeli</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/trik-memudahkan-calon-konsumen-membuat-keputusan-membeli/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/trik-memudahkan-calon-konsumen-membuat-keputusan-membeli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 15:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[about business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/trik-memudahkan-calon-konsumen-membuat-keputusan-membeli/</guid>
		<description><![CDATA[Saat dihadapkan pada keputusan membeli, konsumen seringkali membutuhkan persetujuan dan opini orang-orang di sekitar mereka. Bisa dari pasangan, keluarga, teman dekat, dan tak luput pula, pendapat dari Sales Person /SPG yang berada di toko, tempat mereka akan membeli produk. Hasil riset terakhir menunjukkan bahwa semakin banyak orang cenderung meminta pendapat Sales Person yang berada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=145&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat dihadapkan pada keputusan membeli, konsumen seringkali membutuhkan persetujuan dan opini orang-orang di sekitar mereka. Bisa dari pasangan, keluarga, teman dekat, dan tak luput pula, pendapat dari Sales Person /SPG yang berada di toko, tempat mereka akan membeli produk. </p>
<p>Hasil riset terakhir menunjukkan bahwa semakin banyak orang cenderung meminta pendapat Sales Person yang berada di toko, untuk membantu keputusan pembelian. Apalagi ketika pembelian produk bersifat Impulse Buying — pembelanjaan yang tidak direncanakan — ketika konsumen dalam kondisi ‘terdesak’ merasa harus membeli dan memiliki barang/produk segera saat ini juga. Saat konsumen takut “kehabisan” &#8211; takut tidak kebagian produk karena sudah dibeli orang lain. </p>
<p>Impulse buying semakin sering dilakukan konsumen seiring dengan maraknya penggunaan kartu kredit — di kalangan konsumen kelas menengah dan kelas atas. Bila kita bergerak di segmen usaha retail, kita perlu benar-benar membekali para pegawai di toko dengan skill khusus merekomendasikan produk yang benar-benar sesuai kondisi dan kebutuhan konsumen. Yaitu memberi penilaian dan rekomendasi jujur, dengan gaya bahasa dan sikap yang sesuai dengan karakter pelanggan yang sedang dihadapi.</p>
<p>Komentar dan rekomendasi produk seperti apa yang dibutuhkan pelanggan, tergantung situasi dan jenis produk yang akan mereka beli. Ada 2 jenis rekomendasi:</p>
<p>1. Penilaian dan saran pemilihan produk berdasarkan Empati dan Simpati kita terhadap kebutuhan emosional / kondisi konsumen saat itu. Saran seperti ini kita berikan, ketika pelanggan dihadapkan pada keputusan pembelian produk yang berdampak emosional tinggi –&gt; seperti produk fashion, kecantikan, gift/souvenir, interior/dekorasi rumah, barang kerajinan, dsb.</p>
<p>Biasanya produk-produk yang melipatkan keputusan pembelian emosional, dilatarbelakangi motivasi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan untuk merasa lebih percaya diri, disayangi, dicintai, diperhatikan, dipuji, dan diterima orang lain.</p>
<p>Jadi untuk produk-produk ini, ketika memberi saran produk, ajak pelanggan memahami dampak dan manfaat positif  produk secara emosional terhadap pelanggan.</p>
<p>Misal: Untuk pelanggan yang sedang bingung ingin membeli hadiah untuk handai taulan, ajak pelanggan  memprioritaskan kesenangan orang yang akan diberi hadiah &#8211; daripada lebih mementingkan selera pribadi pelanggan sendiri. Kita menyarankan pelanggan untuk mengingat apa saja yang disenangi si calon penerima hadiah.</p>
<p>2. Saran produk berdasarkan pemahaman product knowledge dan expertise (berdasarkan keahlian dan pemahaman fitur/manfaat produk). Rekomendasi jenis ini dibutuhkan pelanggan yang akan membeli produk-produk seperti elektronik (mesin cuci, kulkas), asuransi, tabungan investasi, pendidikan, dan sebagainya.</p>
<p>Ada kalanya beberapa jenis produk memang membutuhkan kombinasi kedua rekomendasi tersebut di atas. Tidak bisa dikotak-kotak terpisah. Yakni saran produk berdasarkan pertimbangan dari segi manfaat fitur produk, sekaligus rekomendasi yang bersifat emosional — seperti untuk produk-produk alat Rumah Tangga — ibu/perempuan biasanya merasa butuh diterima dan dipuji suami maupun sanak saudara/keluarga.</p>
<p>Kesimpulannya, andalkan intuisi kita dalam menghadapi aneka reaksi pelanggan terhadap produk.  Tanggap segera, ketika mereka menghadapi keputusan pembelian sulit. Dalam hal ini kita perlu ada di sana untuk membantu saran pertimbangan dan membuat keputusan pembelian mereka menjadi lebih mudah.</p>
<p>sumber : http://customerladder.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=145&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/trik-memudahkan-calon-konsumen-membuat-keputusan-membeli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>12 cara untuk memenangkan hati pelanggan</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/12-cara-untuk-memenangkan-hati-pelanggan/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/12-cara-untuk-memenangkan-hati-pelanggan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 14:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[about business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/12-cara-untuk-memenangkan-hati-pelanggan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.&#8221; &#8211; Djajendra Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=143&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.&#8221; &#8211; Djajendra</p>
<p>Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika, perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.<br />
Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.</p>
<p>Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.</p>
<p>1.Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan. </p>
<p>2.Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.</p>
<p>3.Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.</p>
<p>4.Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.</p>
<p>5.Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan. </p>
<p>6.Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan. </p>
<p>7.Tidak melawan keinginan pelanggan. Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati. Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.</p>
<p>8.Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik. </p>
<p>9.Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.</p>
<p>10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan. </p>
<p>11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan. </p>
<p>12. Totalitas bahasa tubuh. Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan. Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya. </p>
<p>by djajendra</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=143&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/12/01/12-cara-untuk-memenangkan-hati-pelanggan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Cukup Hanya Presentasi</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/30/tak-cukup-hanya-presentasi/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/30/tak-cukup-hanya-presentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 10:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[about business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/11/30/tak-cukup-hanya-presentasi/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda seorang sales, pasti Anda sudah sering melakukan presentasi di depan palanggan Anda. Dan bagaimana mempersiapkan slide-slide yang menarik untuk diperlihatkan ke para calon pembeli, mencairkan suasana pertemuan dengan humor, membawakan diri dan berbicara di depan konsumen dengan percaya diri, serta menjelaskan suatu produk atau konsep supaya menarik. Dan yang lebih menarik lagi, bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=139&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda seorang sales, pasti Anda sudah sering melakukan presentasi di depan palanggan Anda. Dan bagaimana mempersiapkan slide-slide yang menarik untuk diperlihatkan ke para calon pembeli, mencairkan suasana pertemuan dengan humor, membawakan diri dan berbicara di depan konsumen dengan percaya diri, serta menjelaskan suatu produk atau konsep supaya menarik. Dan yang lebih menarik lagi, bagaimana menjawab pertanyaan dan menangani keberatan dari para calon pembeli tentang produk yang kita presentasikan. </p>
<p>Sayangnya, sukses berpresentasi tak menjamin Anda sukses berjualan. Kenapa? Karena, seringkali yang kita presentasikan adalah pendapat kita, yang terkadang tak memperhatikan apa yang menjadi keinginan pembeli. Sedangkan, seperti yang ditulis oleh Stephan Heiman dan Diane Sachez di dalam buku Conceptual Selling, people buy for their own reasons, not for yours. Orang membeli karena alasan mereka sendiri dan bukan alasan kita. </p>
<p>Kemungkinan besar, itulah penyebab mengapa penawaran yang kita presentasikan dengan susah payah, dengan persiapan berminggu-minggu, tak sesuai dengan kebutuhan pembeli. </p>
<p>Inilah kekurangannya pendekatan penjualan yang terlalu berorientasi terhadap produk (product-centrist). Kita terlalu percaya diri dengan berasumsi bahwa konfigurasi dan positioning (pemosisian) produk kita sudah sesuai dengan kebutuhan setiap pembeli. </p>
<p>Seringkali asumsi tersebut berangkat dari pendapat kita bahwa semua calon pembeli memiliki masalah yang sama dan dapat diselesaikan oleh solusi yang sama pula. Tentu ini tidak realistis. Seperti kata orang, ada seribu cara untuk tak bahagia, tapi hanya ada satu cara untuk bahagia. </p>
<p>Apakah konfigurasi dan pemosisian produk kita cukup lebar sehingga dapat mengena ke semua sumber masalah ini? Tentu tidak. Karena itu, dalam setiap kunjungan sales, kita mesti melakukan pemosisian dari sudut konsumen atau klien kita (micro-positioning). Ini untuk menopang pemosisian yang lebih umum (umbrella-positioning) yang telah diriset dan dikembangkan oleh divisi pemasaran kita. </p>
<p>Dari pengalaman kami, micro-positioning itu memang sangat efektif. Suatu ketika terjadi tender pembelian jasa riset di suatu perusahaan teknologi yang cukup besar. Kami waktu itu bersaing dengan tiga perusahaan riset yang cukup ternama. </p>
<p>Undangan penawaran atau tender dan persyaratan untuk proposal (request for proposal/RFP) telah dibagikan sebulan sebelum tanggal presentasi, sehingga semua peserta tender memiliki waktu empat minggu untuk melakukan persiapan. Mengingat keterbatasan waktu tersebut, tim kami sesegera mungkin menghubungi perusahaan teknologi tersebut untuk mengetahui siapa-siapa saja yang akan menilai para peserta tender. </p>
<p>Kemudian kami menghubungi satu per satu dari setiap anggota tim penilai tersebut. Cara ini kami tempuh untuk mengetahui harapan mereka atas riset yang akan dilakukan dan alasan-alasan yang lebih khusus di balik keperluan mereka tentang jasa riset ini. </p>
<p>Ternyata mereka membutuhkan riset ini bukan untuk mencari pasar baru yang akan diterobos. Melainkan, untuk mencari daerah yang dapat dikurangi tingkat investasinya. Presentasi dan proposal yang kami persiapkan pun disesuaikan dengan kebutuhan ini. </p>
<p>Pada hari-H, satu per satu pesaing kami mempresentasikan keunggulan, pengalaman, dan pemosisian perusahaan mereka. Proposal kerja mereka pun terlihat sesuai dengan ketentuan di RFP lengkap dengan metode riset mereka yang mutakhir. </p>
<p>Terlihat persiapan mereka berbeda sekali dengan yang kami lakukan. Kami membayangkan, selama waktu yang diberikan mereka membaca buku riset yang tebal-tebal, berdebat mengenai lokasi dan besar ukuran sampel riset yang perlu dimasukkan ke dalam proposal, dan merancang kuisioner yang sesuai kebutuhan di dalam RFP. </p>
<p>Tak ada yang salah dengan apa yang mereka lakukan. Bedanya, kalau mereka hanya dapat mereka-reka kebutuhan pembeli berdasarkan tulisan di dalam RFP, tim kami mencari langsung ke sumbernya. Lebih jauh lagi, kami juga mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang spesifik dari anggota komite penilai yang tak tertuang ke dalam RFP tersebut. </p>
<p>Format presentasi kami pun berbeda. Kalau para peserta lainnya mempresentasikan rancangan proposal proyek yang sudah jadi, tim kami malah mengajak para anggota tim penilai berdiskusi mengenai pemilihan lokasi riset, ukuran sampel, metodologi, dan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang perlu diikutkan. </p>
<p>Sebenarnya proposal yang sudah jadi pun telah disiapkan. Tapi, dengan diskusi itu kami ikut melibatkan mereka dalam pencarian solusi terhadap masalah yang mereka hadapi. Sehingga, sembari mengajak tim penilai berdiskusi, proposal kami pun semakin matang. </p>
<p>Pada akhir diskusi, kami serahkan sebuah proposal yang benar-benar customized dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan teknologi ini. Presentasi kami tutup dengan sebuah micro-positioning mengenai bagaimana kemampuan dan pengalaman kami dapat membantu mereka tak hanya mencari data, tapi juga menyelesaikan masalah investasi yang menjadi pokok permasalahan. </p>
<p>Akhir cerita, tender ini kami menangkan. Bukan karena pengalaman kami lebih banyak, atau harga kami lebih murah, atau metode riset kami lebih canggih. Tetapi, karena kami benar-benar terfokus pada kebutuhan calon konsumen kami. Nah bagaimana dengan Anda, apakah perusahaan Anda juga telah melakukan hal ini?</p>
<p>sumber : IDJTID006302</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=139&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/30/tak-cukup-hanya-presentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>proposal penelitian 2</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/25/proposal-penelitian-2/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/25/proposal-penelitian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 22:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/11/25/proposal-penelitian-2/</guid>
		<description><![CDATA[ Tema Accounting management Latar belakang Relevansi superior memilih strategi yang optimal bagi keberhasilan perusahaan telah disoroti oleh berbagai penulis. Secara empiris telah menunjukkan bahwa – pada Porter (1980, 1985) terminologi – strategi yang berbeda menghasilkan hasil yang lebih baik daripada strategi campuran. Namun, untuk mengidentifikasi strategi yang optimal untuk suatu organisasi dalam konteks tertentu bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=133&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong> Tema</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Accounting management</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Latar belakang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Relevansi superior memilih strategi yang optimal bagi keberhasilan perusahaan telah disoroti oleh berbagai penulis. Secara empiris telah menunjukkan bahwa – pada Porter (1980, 1985) terminologi – strategi yang berbeda menghasilkan hasil yang lebih baik daripada strategi campuran. Namun, untuk mengidentifikasi strategi yang optimal untuk suatu organisasi dalam konteks tertentu bukan tugas sepele. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pilihan strategi tertentu hasil dari proses strategi perusahaan (misalnya Pettigrew 1992; Mintzberg dan Lampel, 1999; Tegarden 2005). Oleh karena itu, desain proses strategi harus menjadi daya tarik praktisi perusahaan. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa anggota organisasi, seperti tim manajemen puncak (Jarzabowski dan Wilson 2002), karyawan (Tegarden 2005), strategi departemen, atau oleh akuntan manajemen (Roslender dan Hart 2003). Literatur Strategic Management Accounting (SMA) menunjukkan bahwa akuntansi dan strategi manajemen berkaitan erat dan akuntansi manajemen yang berdampak pada pilihan strategi dan pengambilan keputusan strategis (Dent 1990, 20-21; Roslender dan Hart 2003). Ada juga yang berpendapat sejak saat itu sejumlah teknik akuntansi manajemen yang inovatif telah dikembangkan di berbagai industri dan dipublikasikan secara internasional. Kontribusi yang paling menonjol adalah teknik berbasis aktivitas, manajemen strategis akuntansi dan keseimbang Scorecard. Teknik-teknik ini telah dirancang untuk mendukung teknologi dan manajemen modern, proses, seperti kualitas total manajemen dan just in- time production systems, dan mencari keunggulan kompetitif untuk memenuhi tantangan persaingan global. Telah dikemukakan bahwa teknik baru telah mempengaruhi seluruh proses akuntansi manajemen (perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan, dan komunikasi) dan telah mengalihkan fokus dari sebuah kesederhanaan atau kenaifan peran penentuan biaya dan kontrol keuangan, peran sebuah kecanggihan menciptakan nilai melalui peningkatan penyebaran sumber daya. Pada tahun 2001 itu diklaim oleh Ittner dan Larcker (2001: 350) bahwa “perusahaan-perusahaan semakin yang mengintegrasikan berbagai inovasi praktek menggunakan kerangka komprehensif ” value-based management”. Dengan variabel-variabel yang ditemukan oleh para peneliti sebelumnya dan dijadikan suatu formula kemudian dari itu semua saya replikasikan untuk saya teliti di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perumusan masalah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam perumusan masalah ini penulis mencoba untuk merumuskan persoalan dalam bentuk pertanyaan :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Apakah desain proses strategi harus menjadi daya tarik praktisi perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Apakah akuntansi dan strategi manajemen berkaitan erat.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Apakah akuntansi manajemen berdampak pada pilihan strategi dan pengambilan keputusan strategis.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Apakah teknik baru mengintegrasikan berbagai inovasi praktek telah mempengaruhi seluruh proses akuntansi manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tujuan penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Untuk mengetahui desain proses strategi harus menjadi daya tarik praktisi perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Untuk mengetahui akuntansi dan strategi manajemen berkaitan erat.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Untuk mengetahui akuntansi manajemen berdampak pada pilihan strategi dan pengambilan keputusan strategis.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Untuk mengetahui teknik baru mengintegrasikan berbagai inovasi praktek telah mempengaruhi seluruh proses akuntansi manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hipotesis </strong></p>
<p style="text-align:justify;">1. Desain proses strategi harus menjadi daya tarik praktisi perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Akuntansi dan strategi manajemen berkaitan erat.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Akuntansi manajemen berdampak pada pilihan strategi dan pengambilan keputusan strategis.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Teknik baru mengintegrasikan berbagai inovasi praktek telah mempengaruhi seluruh proses akuntansi manajemen.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Metode penelitian</strong></p>
<p style="text-align:justify;"> Data dan sumber data</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam penelitian ini saya menggunakan data primer, yaitu dari penyebaran qusioner ke perusahaan-perusahaan yang terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> Sampel dan populasi</p>
<p style="text-align:justify;">Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Model penelitian</p>
<p style="text-align:justify;"> Model penelitian yang akan saya gunakan dalam penelitian ini adalah model matematis yaitu dengan menggunakan analisis regresi.</p>
<p>qusioner</p>
<p><a href="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi.jpg"><img src="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi.jpg?w=468&#038;h=661" alt="" title="PI" width="468" height="661" class="aligncenter size-full wp-image-135" /></a><br />
<a href="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi2.jpg"><img src="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi2.jpg?w=468&#038;h=315" alt="" title="PI2" width="468" height="315" class="aligncenter size-full wp-image-136" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=133&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/25/proposal-penelitian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deethree.files.wordpress.com/2009/11/pi2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PI2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>analisis jurnal 2</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal-2/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 16:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal-2/</guid>
		<description><![CDATA[Tema Management accounting Judul Management accounting practices in the British food and drinks industry Pengarang Magdy Abdel-Kader, Robert Luther Latar belakang Selama tahun 1980-an Kaplan, dalam review The Evolution of Management Accounting, dan dengan Johnson dalam buku Relevance Lost, menyamakan kedudukan kritik keras pada manajemen praktek akuntansi saat ini. Sejak saat itu sejumlah teknik akuntansi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=131&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tema</strong></p>
<p>Management accounting</p>
<p><strong>Judul</strong></p>
<p>Management accounting practices in the British food and drinks industry</p>
<p><strong>Pengarang</strong></p>
<p>Magdy Abdel-Kader, Robert Luther</p>
<p><strong>Latar belakang</strong></p>
<p>Selama tahun 1980-an Kaplan, dalam review <em>The Evolution of Management Accounting</em>, dan dengan Johnson dalam buku <em>Relevance Lost</em>, menyamakan kedudukan kritik keras pada manajemen praktek akuntansi saat ini. Sejak saat itu sejumlah teknik akuntansi manajemen yang inovatif telah dikembangkan di berbagai industri dan dipublikasikan secara internasional. Kontribusi yang paling menonjol adalah teknik berbasis aktivitas, manajemen strategis akuntansi dan keseimbang Scorecard. Teknik-teknik ini telah dirancang untuk mendukung teknologi dan manajemen modern, proses, seperti kualitas total manajemen dan just in- time production systems, dan mencari keunggulan kompetitif untuk memenuhi tantangan persaingan global. Telah dikemukakan bahwa teknik baru telah mempengaruhi seluruh proses akuntansi manajemen (perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan, dan komunikasi) dan telah mengalihkan fokus dari sebuah kesederhanaan atau kenaifan peran penentuan biaya dan kontrol keuangan, peran sebuah kecanggihan menciptakan nilai melalui peningkatan penyebaran sumber daya. Pada tahun 2001 itu diklaim oleh Ittner dan Larcker (2001: 350) bahwa &#8220;perusahaan-perusahaan semakin yang mengintegrasikan berbagai inovasi praktek menggunakan kerangka komprehensif &#8221; value-based management”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masalah</strong></p>
<p>Bagaimana akuntansi manajemen melaporkan penggunaan saat ini dan pentingnya berbagai prosedur akuntansi manajemen dimaksud dalam buku teks dan literatur yang lebih luas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tujuan </strong></p>
<p>untuk melaporkan penggunaan saat ini dan pentingnya berbagai prosedur akuntansi manajemen dimaksud dalam buku teks dan literatur yang lebih luas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Metodologi, data, dan sampel</strong></p>
<p>Pos kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data empiris. Ini memfasilitasi akses ke sejumlah besar responden dan memberikan data yang memadai untuk statistik analysis. Sebagai tambahan, wawancara tatap muka dilakukan untuk menyempurnakan kuesioner exante dan untuk memeriksa keandalan dari hasil survei expost dan mencari penjelasan lebih lanjut dari beberapa tanggapan. Kuesioner ini juga ditinjau oleh tujuh akademisi. Dalam rangka untuk menghilangkan gangguan-gangguan yang timbul dari variasi antara sektor industri, kami memutuskan untuk berkonsentrasi pada satu luas, perwakilan sektor makanan dan minuman industri sangat ideal untuk tujuan ini. &#8216;FAME&#8217; yang menyediakan informasi lengkap tentang publik dan perusahaan swasta digunakan untuk memilih bingkai sampel. Sejumlah kriteria yang digunakan dalam memilih perusahaan untuk dimasukkan dalam sampel:</p>
<ul>
<li>sebuah SIC kode industri Inggris &#8217;15 &#8216;(pembuatan produk makanan dan minuman),</li>
<li>kerja paling sedikit 30 orang,</li>
<li>bersikap aktif dan perusahaan-perusahaan independen</li>
</ul>
<p>Sebuah surat dikirim, pada Mei 2001, untuk sekretaris perusahaan dari 658 perusahaan yang puas atas kriteria ini untuk mendapatkan nama-nama orang yang paling tepat untuk menyelesaikan kuesioner. Dua surat itu dikembalikan oleh kantor pos dicap &#8216;penerima telah pergi dan enam perusahaan meminta untuk dihapus dari sampel kami meninggalkan potensi 650 tanggapan. Pada akhir Juni nama-nama dari 148 orang yang bertanggung jawab untuk memimpin fungsi akuntansi manajemen diterima. Kuesioner yang dikirim kepada semua perusahaan dan 650 ditujukan kepada nama-nama yang telah diperoleh atau, dalam kasus-kasus di mana mereka tidak pernah diperoleh, &#8216;Untuk perhatian Akuntan Manajemen&#8217;</p>
<p>Responden diminta untuk mengindikasikan frekuensi penggunaan dari 38 praktek-praktek akuntansi manajemen (MAPs) dengan menggunakan lima point skala Likert-type (1 mengindikasikan tidak pernah dan 5 menunjukkan sangat sering). Mereka juga diminta untuk menilai pentingnya setiap teknik / praktik menggunakan salah satu dari &#8216;tidak penting&#8217;, &#8216;cukup penting&#8217; atau &#8216;penting&#8217;. 38 MAPs digolongkan dalam lima kelompok: sistem penetapan biaya, penganggaran, evaluasi kinerja, informasi bagi pengambilan keputusan, dan analisis strategis. Selain pertanyaan terpisah ditanya mengenai komunikasi informasi akuntansi manajemen. Sebuah surat pengantar menjelaskan tujuan penelitian dan meyakinkan kerahasiaan informasi yang diberikan.</p>
<p>Sebuah ancaman potensial terhadap kesimpulan dari survei pos adalah non-respon bias. Dalam rangka untuk menilai kemungkinan bias, t-tes yang dilakukan pada ukuran perusahaan diukur dengan omset, aktiva tetap, dan jumlah karyawan untuk tahun yang berakhir 2001. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua sampel untuk masing-masing ukuran. Lebih lanjut, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan utama dalam kuesioner dari responden yang menjawab tanpa tindak lanjut panggilan telepon dibandingkan dengan jawaban dari responden yang menjawab hanya setelah tindak lanjut panggilan telepon. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara dua kelompok jawaban. Kami menyimpulkan bahwa dua sampel diambil dari populasi yang sama dan adanya non-respon bias tidak mungkin menjadi ancaman bagi kesimpulan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hasil dan kesimpulan</strong></p>
<p>hasil kami menunjukkan bahwa baik perhitungan dan pelaporan biaya kualitas dan analisis kekuatan dan kelemahan pesaing cenderung menjadi lebih luas. Praktik-praktik ini mencerminkan peningkatan tekanan kompetitif dan regulasi yang dihadapi oleh organisasi. Henchion dan McIntyre (2005, p.419) menyatakan bahwa &#8220;lingkungan yang semakin kompetitif dan diatur, pra-kondisi dasar perdagangan menjadi lebih menuntut menaikkan biaya dan kebutuhan sumber daya lainnya, dan dengan demikian hambatan masuk, dan dasar kompetisi berubah &#8220;. Kami menemukan dukungan jelas bagi penelitian kami tema sentral yang sedang berlangsung evolusi manajemen akuntansi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Untuk menyimpulkan kita merujuk kembali ke Mann et al (1999) pandangan bahwa perusahaan-perusahaan sektor makanan Inggris yang kurang berkembang dengan baik sistem manajemen dari industri lain dan tidak sebagus memenuhi target keuangan yang sesuai dengan keuangan dan non-indikator keuangan. Namun, mereka berakhir pada sebuah artikel bahwa catatan optimis berdasarkan persepsi mereka tentang pengakuan umum tentang perlunya perbaikan. Penelitian kami bukanlah longitudinal maupun studi perbandingan dengan industri lain, sehingga kami tidak dapat mengkonfirmasi perbaikan atau membuat pernyataan definitif relatif terhadap sektor-sektor lain. Namun demikian, hasil kami lakukan secara rinci, survei skala besar yang dirasakan dan aktual pentingnya penggunaan praktik akuntansi manajemen dalam industri dan indikasi tren masa depan. Mereka berpendapat bahwa perusahaan-perusahaan makanan dan minuman Inggris tidak di barisan terdepan ketika datang untuk mengadopsi teknik-teknik kontrol manajemen baru, tapi fitur khusus industri, seperti tingkat keselamatan yang tinggi dan peraturan lainnya, dan kekuatan sekelompok kecil pengecer yang dominan, yang mengarah ke penerapan praktek akuntansi manajemen yang sesuai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=131&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>analisis jurnal 1</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 07:46:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Tema : Management accounting Judul : Characteristics of the strategic planning process and the relevance of management accounting: evidence from German DAX30 companies Pengarang : Pascal Nevries, Timo Kornetzki, Gonn Weide Latar belakang : Relevansi superior memilih strategi yang optimal bagi keberhasilan perusahaan telah disoroti oleh berbagai penulis. Secara empiris telah menunjukkan bahwa &#8211; pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=129&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Tema		:</p>
<p style="text-align:justify;">Management accounting</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Judul	:</p>
<p style="text-align:justify;">Characteristics of the strategic planning process and the relevance of management accounting: evidence from German DAX30 companies</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Pengarang	:</p>
<p style="text-align:justify;">Pascal Nevries,  Timo Kornetzki,  Gonn Weide</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Latar belakang	:</p>
<p style="text-align:justify;">Relevansi superior memilih strategi yang optimal bagi keberhasilan perusahaan telah disoroti oleh berbagai penulis. Secara empiris telah menunjukkan bahwa &#8211; pada Porter (1980, 1985) terminologi &#8211; strategi yang berbeda menghasilkan hasil yang lebih baik daripada strategi campuran. Namun, untuk mengidentifikasi strategi yang optimal untuk suatu organisasi dalam konteks tertentu bukan tugas sepele. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pilihan strategi tertentu hasil dari proses strategi perusahaan (misalnya Pettigrew 1992; Mintzberg dan Lampel, 1999; Tegarden 2005). Oleh karena itu, desain proses strategi harus menjadi daya tarik praktisi perusahaan. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa anggota organisasi, seperti tim manajemen puncak (Jarzabowski dan Wilson 2002), karyawan (Tegarden 2005), strategi departemen, atau oleh akuntan manajemen (Roslender dan Hart 2003). Literatur Strategic Management Accounting (SMA) menunjukkan bahwa akuntansi dan strategi manajemen berkaitan erat dan akuntansi manajemen yang berdampak pada pilihan strategi dan pengambilan keputusan strategis (Dent 1990, 20-21; Roslender dan Hart 2003). Argumen ini didukung oleh kekuatan khusus praktik akuntansi manajemen. Strategi adalah fenomena kompleks yang melibatkan seluruh perusahaan, termasuk fungsi dan berpotensi beragam unit bisnis. Mereka perlu diintegrasikan ke dalam satu kerangka kerja strategis yang konsisten. Tujuan utama dari akuntansi manajemen adalah koordinasi dan integrasi anak perusahaan dan unit bisnis serta mendukung penuh dengan informasi yang relevan untuk memastikan pengambilan keputusan rasional (Becker dan Messner 2005; Küpper 2005, 13; Merchant et al. 2005, 954). Akibatnya, telah disuarakan oleh banyak penulis (misalnya, Roslender dan Hart 2003, Tuhan 1996) bahwa manajemen akuntansi harus bergerak ke arah orientasi yang lebih strategis dan yang sudah mulai melakukannya. Namun, penelitian telah hampir tidak bergerak lebih jauh daripada yang menggambarkan relevansi instrumen, ditunjukkan oleh pemahaman manajemen strategis akuntansi sebagai seperangkat alat. Namun bisa diragukan bahwa pengaruh akuntan manajemen adalah hanya terbatas pada alat. Oleh karena itu, dengan studi kami, kami bertujuan untuk mengeksplorasi peran manajemen akuntansi (didefinisikan sebagai sebuah departemen mempekerjakan akuntan manajemen dan kontroler dalam organisasi bisnis) dalam proses strategi. Tidak ada penelitian yang belum ditangani dengan peran akuntan manajemen dalam strategi keseluruhan proses, dimulai dengan tahap analisis strategis, diikuti oleh tahap perumusan strategi dan berjalan sejauh yang mengendalikan strategi diimplementasikan. Karena itu, tujuan dari makalah ini untuk menganalisis peran akuntansi manajemen dalam proses perencanaan strategis tugas dan pengaruh, melalui suatu penampang eksplorasi studi lapangan akuntan manajemen dari 29 perusahaan Jerman dalam 11 kelompok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masalah :</p>
<p style="text-align:justify;">apakah	 pemahaman kita luas tentang partisipasi akuntansi manajemen dalam proses strategi dan pengaruh pada proses strategi keberhasilan</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tujuan:</p>
<p style="text-align:justify;">untuk memperluas pemahaman kita tentang partisipasi akuntansi manajemen dalam proses strategi dan pengaruh pada proses strategi keberhasilan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Metodologi  Data dan sampel:</p>
<p style="text-align:justify;">Kami bermaksud untuk menganalisis sejauh mana akuntan manajemen berperan dalam proses strategi. Proses strategi itu sendiri mengandung beberapa tahapan, dan dengan demikian dapat disebut sebagai konstruksi yang sangat kompleks, yang dapat disadap terbaik dengan mencari pola dan implikasi sistematis mereka (Hutzschenreuter dan Kleindienst, 2006). Dalam rangka untuk memperbaiki keterkaitan teoretis proses strategi penelitian secara empiris, kita perlu mengerahkan tidak hanya satu kasus dari perusahaan, tetapi membutuhkan sampel yang lebih besar untuk menggeneralisasi temuan-temuan penelitian. Namun, sampel yang besar &#8211; seperti sampel yang digunakan dalam penelitian survei &#8211; tidak akan memuaskan kebutuhan kita, karena kita membutuhkan wawasan yang lebih mendalam perusahaan karena kompleksitas pertanyaan diteliti. Akhirnya, metode harus memungkinkan lintas seksi situs analisis empiris. Semua dalam semua, kita perlu menerapkan metode pengumpulan data yang mengaku wawasan yang sangat kompleks dan hubungan konstruksi sementara masih memungkinkan generalisability dari ukuran sampel yang cukup besar.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Model penelitian :</p>
<p style="text-align:justify;">Metode studi lapangan, mengambil persyaratan ini ke sebagai pertimbangan, kami menemukan cross-sectional studi lapangan, diperkenalkan secara komprehensif oleh Lillis dan Mundy (2005), untuk metode pengumpulan data yang paling sesuai dengan kebutuhan kita untuk menjawab pertanyaan penelitian. Lillis dan Mundy (2005) mendefinisikan cross-sectional studi lapangan untuk menjadi &#8220;mempromosikan produktif berbasis lapangan dialog mengenai isu-isu yang berkaitan dengan konstruksi yang kompleks dan saling keterkaitan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hasil dan analisis  :</p>
<p style="text-align:justify;">Akuntansi manajemen memberikan pengaruh yang penting pada keberhasilan proses strategi yang dilembagakan. Ini berasal dari partisipasi terutama dalam fase kontrol proses strategi dan memastikan banyak faktor kesuksesan yang relevan. Lebih jauh lagi, kita bisa mengkonfirmasi perlunya strategi untuk membedakan proses dengan karakteristik perusahaan internal, seperti struktur organisasi. Ini mengarah pada tiga jenis proses strategis: jenis pertama memiliki perbedaan pendekatan top-down, di mana bentuk yang kuat memegang prosedur dan isi dari keseluruhan proses strategi. berlaku lain untuk perusahaan dengan struktur desentralisasi sehingga gaya bottom-up struktur proses membutuhkan pemikiran lebih. Terjebak di tengah, namun jelas diidentifikasi, adalah jenis campuran yang mengimplementasikan proses aliran strategi yang sebaliknya. Untuk  tiga jenis, karakteristik yang berbeda dari proses strategi telah diamati. Sebagai contoh, tipe satu perusahaan yang paling formal dalam hal komunikasi internal. Menyimpulkan, kami menemukan akuntansi manajemen untuk memainkan peran penting dalam proses strategi. Dengan studi lapangan ini kami menunjukkan bagaimana manajemen akuntansi mendukung proses perencanaan strategis dengan pengetahuan, peralatan dan kompetensi. Namun, hal ini tidak berasal dari proses perencanaan strategis sebagai bagian dari MCS atau instrumen dari SMA. Sebaliknya, proses strategi menerapkan instrumen khusus, misalnya, untuk memastikan kontrol yang berguna fase atau mendukung tahap kedua dari proses strategi. Namun, untuk membawa akuntansi manajemen partisipasi untuk efek penuh, diferensiasi tugas dan peran antara departemen strategis dan departemen manajemen akuntansi harus dikomunikasikan dengan jelas. Hal ini memerlukan komitmen manajemen akuntansi terintegrasi ke dalam proses strategi, yang harus diterima oleh semua entitas lain yang terlibat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan :</p>
<p style="text-align:justify;">Kami menyelidiki partisipasi dan pengaruh akuntansi manajemen pada proses perencanaan strategis dari kelompok perusahaan.  Secara eksplisit memilih untuk mengambil perspektif tingkat atas dan tidak termasuk unit bisnis dan perspektif yang lebih rendah tingkat hirarkis. Akibatnya, kami menemukan bahwa hanya beberapa instrumen SMA dilaksanakan di tingkat atas, tetapi lebih tepat instrumen, seperti jaringan sensor strategis. Itu akan memperkaya untuk proses strategi dan manajemen akuntansi penelitian untuk menganalisis di masa depan bagaimana manajemen tingkat atas dari sebuah grup perusahaan berinteraksi dengan tingkat hirarki yang lebih rendah dan bagaimana, misalnya, manajemen tingkat atas perusahaan besar menggabungkan instrumen dengan instrumen SMA diterapkan dalam unit bisnis. Dan secara umum akan menjelaskan untuk menemukan bagaimana organisasi departemen akuntansi manajemen dan tugas dapat diintegrasikan dalam proses strategi seluruh hirarki.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=129&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/24/analisis-jurnal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>proposal penelitian</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/21/proposal-penelitian/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/21/proposal-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 08:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/2009/11/21/proposal-penelitian/</guid>
		<description><![CDATA[Tema                           : Good Corporate Governance Latar belakang            : “Secara umum istilah good corporate governance merupakan sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun ditinjau dari &#8220;nilai-nilai&#8221; yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri (soft definition)” (Tim Corporate Governance BPKP [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=82&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tema                           : Good Corporate Governance<em></em></p>
<p>Latar belakang            : “Secara umum istilah <em>good corporate governance</em> merupakan sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun ditinjau dari &#8220;nilai-nilai&#8221; yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri (soft definition)” (Tim <em>Corporate Governance</em> BPKP ). Namun dari penelitian terdahulu terdapat adanya terdapat pendapat bahwa ”ada satu kriteria sederhana untuk kelangsungan hidup badan usaha: Keuntungan harus non-negatif. Tidak peduli seberapa kuat manajer lebih memilih untuk mengejar tujuan-tujuan lain. kegagalan untuk memenuhi kriteria ini berarti pada akhirnya bahwa perusahaan akan menghilang dari skema ekonomi. &#8220;(Scherer, 1980). Ini berarti bahwa apabila tata kelola perusahaan yang kurang baik maka dengan sendirinya perusahaan tersebut akan menghilang dari dunia bisnis. Ada juga hasil penelitian yang terdahulu mengatakan,  “Sebuah ciri khas corporate governance di pasar-pasar baru di Asia adalah bahwa perusahaan sering mempunyai konsentrasi kepemilikan yang tinggi, yang mengakibatkan kemungkinan bahwa pemilik pengendali menggunakan posisi tertanam untuk mengejar tujuan-tujuan mereka sendiri dengan mengorbankan pemilik minoritas” (Claessens &amp; Fan, 2003; Su, Xu, &amp; Phan, 2007; Young, Peng, Ahlstrom, Bruton, &amp; Jiang, 2008). Berarti ada indikasi adanya suatu indikasi untuk mempertahankan suatu perusahaan mengenai keberlangsungan hidupnya, maka perusahaan tersebut berkonsentrasi terhadap kepemilikan modal yang paling tinggi dengan mengorbankan pemilik dengan modal yang rendah. Dengan variabel-variabel yang ditemukan oleh para peneliti sebelumnya dan dijadikan suatu formula kemudian dari itu semua saya replikasikan untuk saya teliti di Indonesia.</p>
<p>Perumusan masalah</p>
<p>            Dalam perumusan masalah ini penulis mencoba untuk merumuskan persoalan dalam bentuk pertanyaan :</p>
<ol>
<li>Apakah pemilik utama berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan.</li>
<li>Apakah tujuan mayoritas pemilik perusahaan mengorbankan kepentingan pemilik minoritas perusahaan.</li>
</ol>
<p>Tujuan penelitian</p>
<ol>
<li>Untuk mengetahui bahwa pemilik utama berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan.</li>
<li>Untuk mengetahui apakah tujuan mayoritas pemilik perusahaan mengorbankan kepentingan pemilik minoritas perusahaan.</li>
</ol>
<p>Hipotesis</p>
<ol>
<li>Bahwa pemilik utama berpengaruh terhadap kebijakan perusahaan.</li>
<li>Bahwa tujuan mayoritas pemilik perusahaan mengorbankan kepentingan pemilik minoritas perusahaan.</li>
</ol>
<p>Metode penelitian</p>
<ol>
<li> Data dan sumber data : Dalam penelitian ini saya menggunakan data primer, yaitu dari penyebaran qusioner ke perusahaan-perusahaan yang terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya.</li>
<li> Sampel dan populasi : Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdapat di Yogyakarta dan sekitarnya.</li>
<li> Model penelitian : Model penelitian yang akan saya gunakan dalam penelitian ini adalah model matematis yaitu dengan menggunakan analisis korelasi.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=82&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/21/proposal-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>review jurnal</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/11/20/review-jurnal/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/11/20/review-jurnal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 09:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Analisis jurnal : Tema               : Corporate Governance, Product Market Competition, and Equity Prices Pengarang       : Xavier Giroud (New York University) Holger M. Mueller (New York University, CEPR and ECGI) Tahun              : 2008 Latar belakang            : sejak dahulu, ada satu kriteria sederhana untuk kelangsungan hidup badan usaha: Keuntungan harus non-negatif. Tidak peduli seberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=78&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Analisis jurnal :</p>
<p style="text-align:justify;">Tema               : Corporate Governance, Product Market Competition, and Equity Prices</p>
<p style="text-align:justify;">Pengarang       : Xavier Giroud (New York  University)</p>
<p style="text-align:justify;">Holger M. Mueller (New York University, CEPR and ECGI)</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun              : 2008</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Latar belakang            : sejak dahulu, ada satu kriteria sederhana untuk kelangsungan hidup badan usaha: Keuntungan harus non-negatif. Tidak peduli seberapa kuat manajer lebih memilih untuk mengejar tujuan-tujuan lain. kegagalan untuk memenuhi kriteria ini berarti bahwa suatu perusahaan pada akhirnya akan menghilang dari dunia ekonomi. (Scherer, 1980)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Masalah           : Apakah kita melihat efek dari pemerintahan pada cakrawala panjang saham kembali, nilai perusahaan, atau kinerja operasi, kami secara konsisten menemukan pola yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan             : Makalah ini mengkaji hipotesis bahwa perusahaan dalam industri yang kompetitif harus relative lebih bermanfaat dari tata pemerintahan yang baik, sementara perusahaan-perusahaan di industri non-kompetitif dimana kurangnya tekanan kompetitif, gagal untuk menegakkan disiplin pada manajer.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Metodologi     :</p>
<p style="text-align:justify;">Data    : Contoh Seleksi dan Definisi Variabel</p>
<p style="text-align:justify;">Sampel            : Sampel kami terdiri dari semua perusahaan di Investor Responsibility Research Center (IRRC) yang memiliki pertandingan di kedua CRSP dan Compustat. Kami mengecualikan semua perusahaan dengan saham kelas ganda. Untuk mencocokkan perusahaan dengan industri, kami membutuhkan kode non-missing SIC di Compustat. Sampel selama periode 1990-2006, yang tergabung dalam penelitian ini sebanyak 3.241 perusahaan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Model penelitian         : Return Regressions</p>
<ol>
<li>Trading strategis : Bagian ini mengkaji kinerja strategi perdagangan yang secara bersama-sama didasarkan pada tata kelola perusahaan dan persaingan pasar produk. Untuk menghitung kembali normal, kita menggunakan Carhart&#8217;s (1997) empat faktor model. Abnormal return adalah mencegat α dari regresi.</li>
<li>Fama-MacBeth Return Regressions : Ada kemungkinan bahwa abnormal kembali ke Kediktatoran Demokrasi-portofolio pagar didorong oleh variabel dihilangkan bias. Bias seperti itu bisa muncul bila G-indeks berkorelasi dengan karakteristik perusahaan yang diberi harga selama periode sampel, tetapi yang tidak ditangkap oleh model dalam persamaan</li>
<li>Analysts’ Earnings Forecasts.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hasil dan analisis :</p>
<p style="text-align:justify;">Para ekonom telah lama berpendapat bahwa masalah insentif manajerial terutama menjadi masalah bagi perusahaan dalam industri non-kompetitif. Implikasinya, perusahaan-perusahaan di industri kompetitif harus relatif bermanfaat dari tata pemerintahan yang baik, sementara perusahaan-perusahaan di industri non-kompetitif dimana kurangnya tekanan kompetitif gagal untuk menegakkan disiplin pada manajer harus bermanfaat lebih baik. Bukti yang disajikan dalam makalah ini mendukung hipotesis ini. Apakah kita melihat kembali saham, nilai perusahaan, atau kinerja operasi, kami secara konsisten menemukan pola yang sama. pengaruh pemerintahan selalu monoton dalam tingkat kompetisi, selalu kecil dan signifikan dalam industri kompetitif, dan selalu besar dan penting dalam industri non-kompetitif.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan     :</p>
<p style="text-align:justify;">Temuan ini memiliki implikasi penting. Pada catatan praktis, hasil ini menunjukkan bahwa para peneliti yang ingin menyelidiki pengaruh pemerintahan dapat memperoleh manfaat dari berinteraksi pemerintahan dengan ukuran kompetisi. Bahkan, seperti yang ditunjukkan di atas, para peneliti mungkin menemukan bahwa pemerintahan yang kuat dan signifikan berpengaruh dalam industri non-kompetitif bahkan jika rata-rata pengaruh di semua industri tidak signifikan. Mungkin yang lebih penting, hasil ini menunjukkan bahwa kebijakan berupaya untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dapat memperoleh manfaat dari berfokus pada industri non-kompetitif. Selain itu, seperti adanya upaya dapat diperluas untuk juga mencakup langkah-langkah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri, seperti deregulasi dan undang-undang antitrust.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=78&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/11/20/review-jurnal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Bikin Komputer Membaca dan Bekerja</title>
		<link>http://deethree.wordpress.com/2009/03/30/tips-bikin-komputer-membaca-dan-bekerja/</link>
		<comments>http://deethree.wordpress.com/2009/03/30/tips-bikin-komputer-membaca-dan-bekerja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 13:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arditya prayudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deethree.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Aplikasi untuk membuat komputer membacakan teks yang tampil di layar sudah ada sejak lama. Teknologi ini disebut Text-to-Speech (disingkat TTS). Sekilas, fungsinya memang terasa tidak terlalu penting. Namun bagi para pengguna PC yang memiliki keterbatasan penglihatan, fitur ini akan sangat membantu. Mac OS sudah sejak lama memilikinya secara built-in. Sedangkan untuk versi Windows, tersedia beragam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=71&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aplikasi untuk membuat komputer membacakan teks yang tampil di layar sudah ada sejak lama. Teknologi ini disebut Text-to-Speech (disingkat TTS).</p>
<p>Sekilas, fungsinya memang terasa tidak terlalu penting. Namun bagi para pengguna PC yang memiliki keterbatasan penglihatan, fitur ini akan sangat membantu. Mac OS sudah sejak lama memilikinya secara built-in. Sedangkan untuk versi Windows, tersedia beragam aplikasi yang bisa dipilih.</p>
<p>Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah SmartRead. Ia menyediakan versi gratisan yang bisa diunduh di www.smartysoft.com. Selain membaca, aplikasi ini juga sanggup mengubah teks menjadi file audio.</p>
<p>1. Unduh installer file “smartread_setup.exe” dari situs resmi SmartReader. Instal dan jalankan aplikasi melalui [SmartySoft (smartysoft.com)] &gt; [SmartSoft] &gt; [SmartSoft]. Tunggu beberapa saat hingga muncul aplikasi.</p>
<p>2. Untuk menggunakan aplikasi, Anda bisa meng-copy-paste teks ke dalam jendela utama aplikasi yang berwarna biru. Selain itu, Anda juga bisa langsung membuka sejumlah dokumen (berformat XSR, TXT, dan RTF) ke jendela aplikasi dengan mengklik [Open]. Cari dan pilih file, lalu klik [Open].</p>
<p>3. Setelah teks yang akan dibacakan disalin ke dalam jendela baca, Anda bisa memilih suara pembacanya. Untuk awal, hanya tersedia satu (suara Microsoft Sam). Anda bisa menambahkan suara lainnya dengan mengklik [Download More Voice…]. Tambahan suara ini akan diunduh dari server SmartySoft melalui koneksi Internet. Jika proses unduh sudah tuntas, klik [Next] &gt; [OK].</p>
<p>4. Pilih dulu suara dari menu “Voice:”. Anda bisa memerintahkan PC untuk membacakan teks dengan mengklik titik awal pembacaan di area teks, lalu klik tombol [Read]. Untuk menentukan kecepatan baca, Anda bisa menggeser slider “Rate”. Volume bisa dibesar-kecilkan di slider “Volume”. Untuk menghentikan, klik tombol [Stop].</p>
<p>5. Untuk mengubah teks menjadi file audio yang bisa didengarkan kapan saja melalui MP3 player, klik [Transform]. Pada boks dialog Convert Wizard &#8211; Welcome, pilih jenis audio yang Anda inginkan: Wave, MP3, atau Flash. Klik [Next &gt; ] dan pilih format output pada menu drop-down yang ada. Setelah itu, klik [Next &gt; ] lagi dan pilih folder simpan untuk audio tersebut dengan mengklik [Browse].</p>
<p>6. Jika sudah, langsung ubah teks dengan mengklik [Convert Text to MP3 Now]. Tunggu beberapa saat hingga proses tuntas. Lihat folder simpan lewat Windows Explorer. Cek apakah sudah ada file audio di sana. Jika sudah, Anda bisa memutarnya dengan audio player.</p>
<p><strong>TIPS</strong>: Pilihan Aplikasi Text-to-Speech</p>
<p>Beragam aplikasi ini bisa Anda dapatkan di Internet, mulai dari yang gratis sampai berbayar. Ada yang hanya mampu membacakan teks, ada pula yang sudah memiliki fungsi sebagai perekam suara teks sehingga bisa didengarkan lagi lewat MP3 player atau pemutar audio lainnya. Jika Anda berminat, ini beberapa pilihannya.<br />
-Advanced Text to Speech 3.6 (www.rosecitysoftware.com)<br />
- FlameReader 4.2.8 &#8211; www.flamereader.com)<br />
- Natural Reader (www.naturalreaders.com)<br />
- Text Aloud (www.nextup.com/textaloud)<br />
- Text Speaker 2.01 (www.deskshare.com)<br />
- Text to Speech (www.text-speech.com)<br />
- Text to Speech MP3 with Natural Voices 1.71 (www.texttospeechmp3.com</p>
<p>Anda juga bisa mencicipi aplikasi TTS buatan anak negeri di situs web http://indotts.melsa.net.id. Pembuatnya adalah Arry Akhmad Arman di Belgia pada tahun 2000.</p>
<p><strong>Tips</strong>: Perintahkan PC dengan Teriakan</p>
<p>Selain membaca teks, PC juga bisa mendengar dan melakukan perintah tersebut untuk Anda. Pintar, ya? Salah satu caranya adalah dengan meng-install aplikasi e-Speaking. Aplikasi berbayar ini bisa Anda jajal secara gratis selama 30 hari. Untuk menggunakannya, tinggal unduh dan install aplikasinya dari www.e-speaking.com. Cara penggunaannya gampang, kok.</p>
<p>Pertama, siapkan mikropon dan colokkan ke port mikropon di panel kartu suara PC Anda. Selanjutnya, aktifkan aplikasi Clik [On] pada bagian atas aplikasi untuk mengaktifkan mikropon. Untuk mengetahui daftar perintah yang tersedia, klik tab [Command]. Di sini, Anda bisa melihat daftar perintah menurut aplikasi yang digunakan, mulai dari perintah untuk Microsoft Word, Notepad, sampai sistem operasi.</p>
<p>Anda juga bisa membuat perintah sendiri (dalam bahasa Inggris), dengan mengklik [add]. Ketikkan teks perintah di jendela kanan, dan tentukan di aplikasi mana perintah tersebut akan diterapkan.(kompas) <img class="alignright size-full wp-image-72" title="changhing" src="http://deethree.files.wordpress.com/2009/03/changhing.gif?w=133&#038;h=110" alt="changhing" width="133" height="110" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/deethree.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/deethree.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=deethree.wordpress.com&amp;blog=4781873&amp;post=71&amp;subd=deethree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deethree.wordpress.com/2009/03/30/tips-bikin-komputer-membaca-dan-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed2a35ca05d42c6343f4e55763b1fe59?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">deethree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://deethree.files.wordpress.com/2009/03/changhing.gif" medium="image">
			<media:title type="html">changhing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
